Pesan Terindah dari Doa Nabi Sulaiman as

Kali ini kita akan mengutip sebuah ayat yang memiliki banyak pelajaran berharga. Ayat ini adalah doa dari Nabi Sulaiman as ketika menghadai nikmat dan pemberian Allah swt.

Allah swt Berfirman,

 وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Maka dia (Sulaiman) berdoa, “Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah aku petunjuk untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba- hamba-Mu yang saleh.”  .(QS.an-Naml:19)

Ayat ini ingin memberikan pesan yang begitu indah yaitu :

1. Mensyukuri nikmat adalah taufik yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Bisa untuk bersyukur itu sendiri adalah nikmat yang luar biasa. Karena tanpa taufik dari Allah, kita tidak akan mampu untuk mensyukuri nikmat-Nya. “Ya Tuhan-ku, anugerahkanlah aku petunjuk untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau Anugerahkan kepadaku.”

2. Jangan pernah melupakan orang tua kita, karena dari mereka lah kita berasal. Dari mereka kita dibesarkan. Dari mereka kita hidup sukses. Doa mereka juga yang mengantar hidup kita sukses.

Orang tua adalah nikmat terbesar dari Allah yang diberikan untuk hamba-Nya. Seluruh kenikmatan dan prestasi tidak akan diperoleh tanpa jasa dari orang tua.

Dan jangan pernah melupakan mereka dalam doa-doa kita. “Dan kepada kedua orang tuaku.”

3. Setelah mendapatkan nikmat, gunakan segala kenikmatan itu sesuai dengan keinginan Sang Pemberi nikmat. Janganlah kita gunakan untuk hal-hal yang memancing Murka-Nya. “Dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridhai.”

4. Tujuan utama dari amal perbuatan kita adalah mendapatkan kerelaan Allah, mendapat ridho Allah swt. Sebesar apapun amal yang kita lakukan tidak akan berarti tanpa niatan untuk memperoleh keridhoan-Nya. “Dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridhai.”

5. Begitu banyak ayat Al-Qur’an yang menceritakan doa para nabi yang memohon untuk digolongkan bersama orang-orang yang sholeh. Jika para nabi saja selalu memohon hal ini, maka kita pun harus selalu berdoa dan berusaha untuk digabungkan bersama orang-orang yang sholeh. “dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba- hamba-Mu yang saleh.”  

Satu ayat dapat memberi bermacam pelajaran berharga. Semoga kita dapat semakin dekat dan akrab dengan Al-Qur’an.

 

Drs.H.E.Sunidja MM M.Ag 0 Posts News / 25 Posts Artikel

Status Pengurus : DPP PFK-KBIHU
Posisi Sebagai     : DEWAN PENGURUS - KETUA / KETUA PELAKSANA HARIAN 5

Leave a Comment