Test halaman

Point-point penting yang perlu disosialisasikan dalam PMA No. 13 Tahun 2021

Point-point penting yang perlu disosialisasikan dalam PMA No. 13 Tahun 2021

1. WNI yang tidak bisa daftar haji reguler : 
a. masih berstatus daftar. tunggu; atau
b. pernah menunaikan lbadah Haji dalam jangka waktu ·paling singkat 10 tahun

2. Setoran awal Bipih bukan dana talangan atau apapun namanya, langsung atau tidak langsung yg bersumber dari BPS Bipih. Jika Bank diketahui memberikan dana talangan, Menteri dapat memblokir/mencabut user id siskohat.

3. Usia pendaftar paling rendah 12 tahun pada saat mendaftar ( sehingga wacana anak kecil bisa didaftarkan haji tidak sesuai dengan PMA ini)

4. Rekening haji dapat di buka dan ditransaksikan di BPS Bipih Seluruh Indonesia (tidak dibatasi domisili)

5. Pendaftaran haji dilaksanakan di Kabupaten/Kota sesuai Domisili, dengan cara
a. layanan pada Kantor Kementerian Agama;
b. layanan keliling; atau 
c. layanan elektronik

6. Jemaah Haji Reguler yang telah diumumkan berhak lunas dan tidak melunasi Bipih paling singkat 2 tahun berturut-turut, Jemaah Haji Reguler dikeluarkan dari berhak lunas pada tahun berikutnya dan dapat melakukan pelunasan Bipih setelah ybs melapor ke Kantor Kementerian Agama Kab./ko. setempat.

7. Prioritas Jamaah Lansia --> ada kuota khusus jamaah lansia, berhak lunas tahap 1 (minimal 65 tahun) tanpa proses pengajuan. Daftar nama lansia yg  berangkat diumumkan by sistem siskohat berdasarkan usia tertua dan/atau masa tunggu dan telah mendaftar paling singkat 5 tahun

8. Penggabungan mahram, Pendamping lansia/disablitas --> sudah terdaftar minimal 5 tahun (PMA sebelumnya cukup 3 tahun).
Demikian semoga bermanfaat.
Salam
 

Leave a Comment